SEMARANG — Untuk meningkatkan efektivitas penanganan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berbasis kewilayahan, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah memperkuat implementasi aplikasi Sengkuyung Mobile melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis di Kantor Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari perangkat daerah pengelola pendapatan kabupaten/kota, UPPD se-Jawa Tengah, Jasa Raharja, serta unsur teknis terkait lainnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Pajak Daerah Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Agung Breliantoro, mengatakan bahwa Sengkuyung Mobile dirancang untuk mendukung pengelolaan data tunggakan PKB secara terintegrasi dan berbasis wilayah.
“Aplikasi ini memudahkan petugas dalam melakukan pendataan, pemantauan, hingga tindak lanjut penanganan tunggakan secara lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan kewilayahan menjadi salah satu keunggulan aplikasi tersebut karena mampu memetakan potensi tunggakan secara lebih detail di setiap daerah.
“Dengan sistem ini, kondisi tunggakan di tiap wilayah dapat dipantau secara terukur sehingga mempermudah langkah tindak lanjut di lapangan,” jelasnya.
Pemanfaatan aplikasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarpetugas dalam pelaksanaan penanganan tunggakan PKB di seluruh Jawa Tengah.
Agung menilai penguatan digitalisasi menjadi bagian penting dalam mendukung optimalisasi penerimaan daerah, terutama setelah implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
“Pemanfaatan teknologi diperlukan agar tata kelola pendapatan daerah menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan di lapangan,” ucapnya.
Sebagai informasi, hingga April 2026 realisasi penerimaan PKB di Jawa Tengah mencapai 25,26 persen dari target yang ditetapkan, sedangkan realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 31,05 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perlunya penguatan strategi penanganan tunggakan secara lebih terukur dan berbasis data di setiap wilayah.
Karena itu, melalui penguatan implementasi Sengkuyung Mobile, Bapenda Provinsi Jawa Tengah berharap potensi penerimaan daerah dari sektor PKB dapat terus dioptimalkan seiring meningkatnya efektivitas penanganan tunggakan di masing-masing wilayah._1779803950.jpeg)

_1779803951.jpeg)

Share: